Ka. PKM JATIMULYA

Ka. PKM JATIMULYA

Clock & Calendar

DAFTAR ISI

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Diberdayakan oleh Blogger.

PROFIL

Diposting oleh puskesmasjatimulya Rabu, 05 Mei 2010

Pusat Kesehatan Masyarakat ( Puskesmas ) merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan milik pemerintah. Puskesmas merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerja tertentu. Berdasarkan konsep dasar puskesmas maka puskesmas mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan
b. Sebagai pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat
c. Sebagai pelayanan kesehatan strata pertama.
Dalam menjalankan fungsinya maka puskesmas harus ditunjang dengan berbagai kegiatan antara lain adalah manajemen puskesmas. Instrumen manajemen puskesmas meliputi antara lain:
a. Perencanaan tingkat puskesmas
b. Lokakarya mini puskesmas
c. Evaluasi kinerja puskesmas dan manajemen sumber daya puskesmas.
Agar puskesmas dapat membuat perencanaan kegiatan dengan baik maka di perlukan evaluasi dari kegiatan kegiatan puskesmas, sehingga tercapainya tingkat kinerja puskesmas yang berkualitas secara optimal dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerja. Selain itu Profil Kesehatan dapat di pakai sebagai alat untuk mengevaluasi kemajuan pembangunan kesehatan di wilayah kerja puskesmas.
Kebutuhan akan data dan informasi untuk menunjang Pembangunan di bidang Kesehatan semakin meningkat, seiring dengan berkembangnya permasalahan-permasalah kesehatan. Akan tetapi, pemanfaatan sistem informasi belum maksimal dalam penyusunan perencanaan, dan evaluasi program-program kesehatan. Oleh karena itu, keterpaduan antara program-program kesehatan dalam penyusunan perencanaan serta pelaksanaan masih perlu dimaksimalkan. Untuk itu di susunlah buku profil kesehatan puskesmas jatimulya tahun 2009 ini.
Data yang digunakan dalam penyusunan Profil Kesehatan Puskesmas ini, merupakan data data kegiatan program kesehatan di puskesmas selama tahun 2009 yang bersumber dari SP3, dan pelaporan program lainnya. Sistem pencatatan pelaporan dan informasi kesehatan merupakan bagian dari rencana pokok pembangunan berwawasan kesehatan, untuk menunjang pelaksanaan manajemen dan pengembangan upaya kesehatan melalui penerapan teknologi yang efektif dan efisien

GAMBARAN UMUM

A. Luas Wilayah dan Batas-Batas
Puskesmas Jatimulya merupakan puskesmas yang strategis, karena berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan wilayah Pemerintah Kota Bekasi, dan wilayahnya dekat dengan Ibu Kota Negara. Oleh karena itu, wilayah Jatimulya mempunyai jumlah penduduk yang sangat padat dan mobilitas penduduk yang sangat tinggi.
Puskesmas Jatimulya terletak di Kecamatan Tambun Selatan yang mempunyai wilayah kerja seluas 5,673 Km2, dengan batas-batas wilayah kerja sebagai berikut :
Sebelah utara : Desa Setia Mekar
Sebelah timur : Desa Lambang Sari
Sebelah selatan : Kelurahan Mustika Jaya dan Kelurahan Mustika Sari
Sebelah barat : Kelurahan Margahayu dan Kelurahan Pengasinan
B. Wilayah Administrasi
Wilayah Administrasi Puskesmas Jatimulya memiliki luas wilayah 5,673 km2 dengan satu wilayah kelurahan yaitu Kelurahan Jatimulya dengan jumlah RW adalah 18, dan RT berjumlah 68
C. Kependudukan
Secara kuantitatif, jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Jatimulya berjumlah 79.697 jiwa, dengan jumlah laki-laki 39.851 jiwa, perempuan 40.394 jiwa dan jumlah KK 17.343 KK. Ini menunjukan bahwa kepadatan penduduk di wilayah Jatimulya sangat padat yaitu 14.048 setiap km2, dan setiap rumah tangga di huni hampir 5 jiwa. Untuk rasio pelayanan sebuah puskesmas ini sangat tidak ideal, karena idealnya sebuah puskesmas melayanai penduduk sekitar 30.000 jiwa sehingga wilayah jatimulya seharusnya dilayani tiga buah puskesmas.
D. TINGKAT PENDIDIKAN
Berdasarkan tingkat pendidikan, penduduk di wilayah kerja Puskesmas Jatimulya yang tamat SD berjumlah 4.128 jiwa, tamat SLTP 10.026 jiwa, tamat SLTA 30.078 jiwa dan Akademi / PT sebanyak 12.397 jiwa. Pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat, dimana akhirnya akan membentuk kualitas dari sumber daya masyarakat.
E. Lingkungan Fisik Dan Biologi
Tujuan pembangunan secara global adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sedangkan keberhasilan pembangunan itu dapat diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dimana untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2010 Indeks Pembangunan Manusia harus 80. IPM dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu, daya beli masyarakat (ekonomi), derajat kesehatan dan pendidikan. Derajat kesehatan dipengaruhi oleh beberapa faktor , seperti faktor ekonomi, sosial budaya dan salah satunya adalah faktor lingkungan.
Dalam rangka mewujudkan Pembangunan Kesehatan di Kab. Bekasi dan mencapai IPM 80, maka Puskesmas sebagai unit pelayanan kesehatan dasar terdepan yang langsung berhubung dengan masyarakat, harus berupaya dalam melaksanakan fungsinya untuk lebih efektif dan responsif sebagai pusat kesehatan masyarakat dan sebagai penggerak peran serta masyarakat.
Puskesmas Jatimulya dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya selalu mengacu kepada pokok-pokok program kesehatan yaitu :
- Promosi Kesehatan
- KIA – KB
- Gizi
- Kesehatan Lingkungan
- P2P
- Pelayanan Kesehatan
Pada pelaksanaan program-program kesehatan tersebut, Puskesmas Jatimulya selalu berusaha memberikan pelayanan yang bermutu dan profesional sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada wilayah kerja.
Pencapaian IPM 80 yang dilakukan oleh Puskesmas Jatimulya dalam melaksanakan kegiatan, didukung oleh Visi dan Misi yang dapat dijadikan motivasi dalam menjalankan aktivitas.


VISI
“ TERWUJUDNYA PUSKESMAS DENGAN PELAYANAN KESEHATAN
YANG PRIMA DI PERBATASAN KOTA “
Dengan
MISI
1. Meningkatkan disiplin dan tanggung jawab yang tinggi untuk menciptakan pelayanan yang optimal.
2. Mengembangkan kreativitas dan meningkatkan profesionalisme petugas.
3. Menjalin kerja sama yang baik di wilayah kerja Puskesmas Jatimulya.

Puskesmas Jatimulya mempunyai “ MOTTO “
“ KESEHATAN ANDA PRIORITAS KAMI “

Puskesmas Jatimulya juga mempunyai ” Nilai-Nilai Dasar ” yaitu :
1. Disiplin
2. Tanggung jawab
3. Profesionalisme
4. Kreativitas
5. Kerja sama

SITUASI DERAJAT KESEHATAN

A. Kematian
1. Jumlah Kematian Bayi dan Ibu
Jumlah Kematian Bayi di wilayah kerja Puskesmas Jatimulya untuk tahun 2009 ada satu jiwa, sedangkan pada tahun 2008 ada satu jiwa. Untuk kematian Ibu Maternal untuk tahun 2008 dan Tahun 2009 tidak ada.
B. Kesakitan
1. Pola Penyakit
Di wilayah kerja Puskesmas Jatimulya pola penyakit menurut umur terlihat sebagai berikut :
• umur 0 – 28 hari, jenis penyakit tertinggi adalah infeksi saluran pencernakan, Conjungtivitis dan Penyakit ISPA.
POLA PENYAKIT PENDERITA RAWAT JALAN
DI PUSKESMAS UMUR 0 - 28 HARI
PUSKESMAS : JATI MULYA
TAHUN : 2009

NO NAMA PENYAKIT KASUS BARU
JUMLAH %
1 Infeksi virus & usus lainnya 8 40.0
2 Diare&Gastroenteritis tdk dpt dikel ke dlm A00-A08 3 15.0
3 Conjunctivitis 3 15.0
4 Peny.ISPA Akut tidak spesifik 3 15.0
5 Peny.ISPA lainnya 3 15.0
6 0.0
7 0.00
8 0.00
9 0.00
10 0.00



• umur 29 hari - < 1 thn Pada Tahun 2008 penyakit tertinggi adalah Penyakit ISPA sebanyak 24,81 %, untuk tahun 2009 penyakit ISPA meningkat menjadi 33,9 % POLA PENYAKIT PENDERITA RAWAT JALAN DI PUSKESMAS UMUR 29 HARI - < 1TAHUN PUSKESMAS JATIMULYA TAHUN 2009 NO NAMA PENYAKIT KASUS BARU JUMLAH % 1 Peny.ISPA lainnya 523 33.98 2 Faringitis Akuta 240 15.59 3 Demam yg tdk diket sebabny 147 9.55 4 Diare&Gastroenteritis tdk dpt dikel ke dlm A00-A08 141 9.16 5 Infeksi virus & usus lainnya 92 5.98 6 Nasofaringitis Akut 71 4.61 7 Batuk 63 4.09 8 Gangguan lain pd kulit&jar.subkutan yg tdk diklsfkan 62 4.03 9 Tonsilitis Akuta 40 2.60 10 Peny.ISPA Akut tidak spesifik 22 1.43 • untuk 1 – 4 tahun, pada Tahun 2008 penyakit tertinggi adalah Faringitis Akut sebanyak 31.39 %, untuk Tahun 2009 penyakit tertinggi adalah ISPA 29,5 % diikuti Faringitis Akut sebanyak 15,5 % POLA PENYAKIT PENDERITA RAWAT JALAN DI PUSKESMAS UMUR 1 - 4 TAHUN PUSKESMAS JATIMULYA TAHUN 2009 NO NAMA PENYAKIT KASUS BARU JUMLAH % 1 Peny.ISPA lainnya 1,078 29.49 2 Faringitis Akuta 567 15.51 3 Demam yg tdk diket sebabny 321 8.78 4 Diare&Gastroenteritis tdk dpt dikel ke dlm A00-A08 233 6.37 5 Nasofaringitis Akut 198 5.42 6 Batuk 197 5.39 7 Infeksi virus & usus lainnya 145 3.97 8 Gangguan lain pd kulit&jar.subkutan yg tdk diklsfkan 119 3.26 9 Peny Gusi dan Periodontal 103 2.82 10 Karies gigi 95 2.60 • sedangkan untuk umur 5 – 44 tahun, Pada Tahun 2008 penyakit tertinggi adalah penyakit pulpa dan jaringan periapikal sebanyak 18,01 %. Sedangkan pada tahun 2009 penyakit tertinggi adalah masih penyakit pulpa dan jaringan periapikal dengan persentase sebanyak 13,8% diikuti penyakit ISPA lainnya sebanyak 12,8% POLA PENYAKIT PENDERITA RAWAT JALAN DI PUSKESMAS UMUR 5 - 44 TAHUN PUSKESMAS JATIMULYA TAHUN 2009 NO NAMA PENYAKIT KASUS BARU JUMLAH % 1 Peny pulpa & jar.periakal 2,290 13.86 2 Peny.ISPA lainnya 2,121 12.83 3 Karies gigi 1,639 9.92 4 Nasofaringitis Akut 1,379 8.34 5 Peny Gusi dan Periodontal 1,170 7.08 6 Batuk 1,129 6.83 7 Gejala dan tanda umum lainnya 1,072 6.49 8 Faringitis Akuta 1,002 6.06 9 Gangguan lain pd kulit&jar.subkutan yg tdk diklsfkan 649 3.93 10 Demam yg tdk diket sebabny 644 3.90 • umur 45 – 64 tahun, pada tahun 2008 jenis penyakit tertinggi adalah Hypertensi sebanyak 22,51 %. Sedangkan pada tahun 2009 penyakit Hipertensi sebanyak 20,3 % , dan Myalgia sebanyak 8,3 % POLA PENYAKIT PENDERITA RAWAT JALAN DI PUSKESMAS UMUR 45-64 TAHUN PUSKESMAS JATIMULYA TAHUN 2009 NO NAMA PENYAKIT KASUS BARU JUMLAH % 1 Hipertensi Primer 1,342 20.39 2 Myalgia 546 8.30 3 Peny pulpa & jar.periakal 538 8.17 4 Nasofaringitis Akut 514 7.81 5 Gejala dan tanda umum lainnya 508 7.72 6 Batuk 454 6.90 7 Peny Gusi dan Periodontal 359 5.45 8 Karies gigi 352 5.35 9 Peny.ISPA lainnya 324 4.92 10 Sakit Kepala 259 3.93 • umur > 65 thn, pada tahun 2008 lebih penderita hypertensi sebanyak 27,87 %, sedangkan pada tahun 2009 hipertensi sebanyak 35,1 % dan myalgia 9,8 %.

POLA PENYAKIT PENDERITA RAWAT JALAN
DI PUSKESMAS UMUR > 65 TAHUN
PUSKESMAS JATI MULYA
TAHUN 2009

NO NAMA PENYAKIT KASUS BARU
JUMLAH %
1 Hipertensi Primer 564 35.14
2 Myalgia 158 9.84
3 DM tdk spesifik 155 9.66
4 Batuk 118 7.35
5 Gejala dan tanda umum lainnya 107 6.67
6 Gangguan lain pd kulit&jar.subkutan yg tdk diklsfkan 83 5.17
7 Nasofaringitis Akut 82 5.11
8 Peny.Sistem Pencernaan tdk spesifik 67 4.17
9 Peny Gusi dan Periodontal 45 2.80
10 Peny pulpa & jar.periakal 42 2.62


2. Penyakit Menular
a. Penyakit DBD
Untuk kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Jatimulya terjadi sedikit peningkatan jumlah penderita dimana untuk tahun 2008 ditemukan 72 kasus sedangkan untuk tahun 2009 meningkat menjadi 93 kasus. Kasus DBD di jatimulya hampir setiap tahun ada peningkatan, hal ini salah satunya disebabkan karena penduduk desa Jatimulya mempunyai mobilitas yang tinggi, di tambah dengan masih kurangnya pengertian dan perhatian masyarakat terhadap manfaat PSN ( Pemberantasan Sarang Nyamuk ) seperti menguras tempat air atau bak mandi, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang menjadi tempat bertelurnya dan berkembangbiaknya nyamuk penyebab demam berdarah. dan masyarakat masih menganggap penyemprotan (foging) menjadi jalan satu-satunya untuk mencegah deman berdarah.
b. Filariasis
Untuk kasus Penyakit Filariasis , masih terdapat 6 orang penderita di wilayah Jatimulya, untuk menanggulangi penyakit ini puskesmas telah mengadakan pengobatan masal di wilayah Jatimulya setiap tahun selama lima tahun berturut-turut.
c. Penyakit Diare
Pada tahun 2009 ditemukan 1313 kasus. Ini turun dibandingkan kasus diare pada tahun 2008 sejumlah 1951. ini salah satunya disebabkan masyarakat sudah mulai sadar akan kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat. Kasus diare ini sangat erat hubungannya dengan perilaku hidup bersih masyarakat dan kondisi lingkungan yang masih kurang. Faktor –faktor yang kemungkinan besar berhubungan dengan diare antara lain penatalaksanaan pengelolaan makanan, sarana air bersih, sanitasi lingkungan, perubahan cuaca, hygiene perorangan.
d. Kusta
Untuk penyakit Kusta, seperti kita ketahui , Kabupaten Bekasi merupakan daerah yang endemis, sehingga untuk wilayah kerja Jatimulya tahun 2009 jumalh penderita Kusta, tipe PB ditemui 1 penderita, sedangkan yang tipe MB di temui 2 penderita. Semua penderita tersebut selesai berobat.
e. Tuberkulosa
Penemuan penderita BTA positif pada tahun 2009 adalah sebanyak 25 penderita, dan semua penderita mendapat pengobatan sedangkan yang dinyatakan sembuh hanya 18 orang, berarti hanya 72 % yang sembuh. Hal ini terjadi disebabkan karena rendahnya tingkat kedisiplinan penderita untuk menjalani pengobatan secara tuntas. Disamping itu juga disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya minum obat teratur sampai dengan 6 bulan, ditambah dengan pendidikan dan tingkat ekonomi masyarakat yang masih rendah. Untuk penanganan penyakit tuberkulosis ini Puskesmas Jatimulya berusaha terus menerus untuk memberikan pengertian kepada masyarakat akan begitu pentingnya memeriksakan dahak bila mengalami batu lebih dari 3 minggu. Hal ini mempunyai tujuan agar semua masyarakat menyadari kesehatan sehingga bisa mengurangi rantai penularan dan menurunkan angka kesakitan.
f. Pneumonia
Penyakit pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Jatimulya banyak menyerang anak2 usia balita, dan tidak jarang bisa jadi penyebab kematian. Pada tahun 2009 penderita pneumonia di puskesmas Jatimulya ditemukan 72 kasus dan semua penderita mendapat pengobatan. Kendala dalam pencegahan penyakit Pnemonia adalah kurangnya penemuan kasus pnemonia di lapangan. Untuk mengatasi hal ini puskesmas Jatimulya telah mengadakan pelatihan khusus penyakit pnemonia pada kader-kader kesehatan.
C. Status Gizi
Perkembangan dan diferensial status gizi lebih banyak pada anak balita dibandingkan pada kelompok-kelompok lainnya. Pada tahun 2008 angka gizi buruk Puskesmas Jatimulya 0,6 % dan pada tahun 2009 meningkat menjadi 0,7 % ( berdasarkan BB/U ). Hal ini disebabkan oleh :
1. Daya beli masyarakat menurun ( banyak PHK )
2. Kurangnya pengetahuan orang tua balita tentang gizi
3. Adanya penyakit penyerta.
Upaya yang telah dilakukan pada balita gizi buruk :
1. Penyuluhan
2. Pemberian Makanan Tambahan untuk balita gizi buruk dari keluarga miskin
3. Merujuk balita gizi buruk yang berpenyakit penyerta ke RS/Puskesmas
Berbagai upaya lain untuk perbaikan gizi masyarakat sudah dilakukan seperti pemberian makanan tambahan untuk balita gizi buruk dan untuk ibu hamil yang berisiko tinggi serta pemberian Vit. A untuk bayi dan balita,dan pemberian Tablet Fe bagi ibu hamil. Semuanya itu merupakan kegiatan program gizi di Puskesmas Jatimulya.
Adapun kendala yang dihadapi dalam penanganan gizi buruk adalah Penduduk Jatimulya banyak yang musiman dan sering pindah pindah, PMT pemulihan yang disediakan tidak disukai balita, penyakit penyerta yang sulit disembuhkan seperti meningitis, jantung dll.
Kegiatan lain pada program gizi adalah penimbangan balita di Posyandu. Balita yang ditimbang untuk tahun 2009 sebanyak 71,54 %, di 60 posyandu di wilayah kerja Puskesmas Jatimulya. Dari hasil bulan penimbangan balita di temukan, balita dengan BB naik sebanyak 64,39 %, balita dengan gizi buruk 0,97 % sedangkan balita dengan BGM sebanyak 1,02 %.
D. Pemberdayaan Masyarakat
Keberhasilan Pembangunan Kesehatan, tidak akan berhasil tanpa adanya peran serta masyarakat sebagai wujud dari pemberdayaan masyarakat. Salah satu bentuk dari peran serta dan wujud dari pemberdayaan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Jatimulya adalah dengan bertambahnya pembentukan RW siaga, dimana pada tahun 2009 telah dibentuk 3 RW siaga. Selain itu setiap bulan Puskesmas Jatimulya mengadakan kegiatan lokmin (lokakarya mini), yang digunakan sebagai sarana berkomunikasi antara puskesmas dan kader kesehatan/posyandu. Disini dapat dijadikan sebagai tempat atau sarana untuk mengevaluasi dan berdiskusi semua kegiatan dan program pelayanan dalam dan luar gedung puskesmas. Selain itu kader juga bisa menginformasikan segala masalah kesehatan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Sehingga segala kejadian yang terjadi di masyarakat dapat terus dipantau

SITUASI UPAYA KESEHATAN

A. Pelayanan Kesehatan Dasar
1. Kesehatan Ibu dan Anak
a. Pelayanan Antenatal ( K1 dan K4 )
Pelayanan antenatal lebih dititik beratkan kepada pelayanan Promotif dan Preventif. Untuk wilayah kerja Puskesmas Jatimulya di tahun 2008, cakupan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya pertama kali ke sarana kesehatan dan mendapat pelayanan antenatal dengan 5 T ( timbang, tensi, tinggi fundus, tablet Fe, imunisasi TT ) yang disebut dengan K1 adalah sebanyak 89,5 %. Dengan melihat cakupan K1, kita bisa mendapatkan gambaran berapa banyak ibu hamil yang menggunakan sarana kesehatan. Cakupan K4 menggambarkan sejauh mana petugas kesehatan mampu menggerakan masyarakat dalam menggunakan fasilitas kesehatan. Cakupan untuk K4 tahun 2008 adalah sebanyak 79,9 %. Untuk tahun 2009 ini, cakupan K1 adalah 95,6 % cakupan K4 adalah 90,29 % .
b. Pertolongan Persalinan
Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan tahun 2008 di wilayah kerja Puskesmas Jatimulya sebanyak 79,5 %. Sedangkan pada tahun 2009 adalah 85,4%. Cakupan persalinan mengalami kenaikan dari tahun 2008.
c. Kunjungan Neonatus
Cakupan kunjungan KN2 adalah cakupan kunjungan neonatal ketenaga kesehatan untuk kedua kali, dimana kunjungan pertama pada saat umur 0 – 7 hari dan yang kedua kalinya pada umjur 8 – 28 hari. Kunjungan ini di maksudkan untuk memantau kondisi bayi, karena bayi yang berumur kurang dari 1 bulan mempunyai resiko gangguan kesehatan yang paling tinggi. Tahun 2009 cakupan KN2 adalah 76,58 %.
2. Keluarga Berencana
Cakupan KB Aktif untuk tahun 2008 adalah 74,86 %, terdapat peningkatan , apabila dibandingkan dengan pencapaian KB Aktif di tahun 2007 yang hanya 54,7 %. Sedangkan untuk pencapaian peserta KB Baru untuk tahun 2008 adalah 36,97 %. Untuk tahun 2009 peserta KB baru adalah 17,43 % dan peserta KB aktifnya adalah 79,78 % dari jumlah pasangan usia subur.
3. Perbaikan Gizi Masyarakat
a. Cakupan Vitamin A
Pemberian kapsul vitamin A dengan dosis tinggi pada anak balita dan ibu nifas, menjadi upaya penanggulangan utama terhadap masalah kekurangan vitamin A yang dapat menyebabkan keratomalasia dan kebutaan. Resiko terbesar yang dapat terjadi akibat kekurangan vitamin A adalah kematian dari anak balita.
Untuk wilayah kerja Puskesmas Jatimulya, pencapaian pemberian Kapsul Vitamin A sama dengan tahun sebelumnya yaitu 100 %. Dengan kata lain semua balita dan ibu nifas yang ada di wilayah kerja terpapar Vitamin A.
b. Cakupan Tablet Besi
Upaya penanggulangan Anemia gizi diprioritaskan pada kelompok rawan yaitu ibu hamil dan ibu hamil yang beresiko tinggi. yaitu dengan pemberian Tablet Besi setiap hari 1 tablet selama 90 hari berturut turut selama kehamilan si ibu. Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe1 adalah 95.64 % dan yang mendapat Fe2 adalah 90.51 %
4. Imunisasi
Program Imunisasi adalah program yang dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh penyakit penyakit yang dapat dicegah dengan tindakan Imunisasi.


a. Imunisasi Bayi
Pencapaian imunisasi bayi untuk BCG, untuk tahun 2008, 87,5 % terdapat kenaikan cakupan karena ditahun 2007 hanya 66,7 %. Dan untuk DPT 1 + HB 1, untuk tahun 2008 98 %, DPT3 + HB3 94,24 %, Polio3 92,15 %, untuk tahun 2007 Polio 3 hanya 73,21 %. Untuk Campak di tahun 2008 juga ada peningkata yaitu 92,3 % dimana pada tahun 2007 hanya 63,6 %. Untuk tahun 2009 pencapaian imunisasi bayi untuk BCG adalah 94,4 %, untuk DPT 1 + HB 1 adalah 95,7 %, DPT3 + HB3 adalah 90,7 %, untuk Polio 3 adalah 90,3% dan Campak adalah 88%.
b. Imunisasi Ibu Hamil
Pencapaian untuk imunisasi ibu hamil TT1 untuk tahun 2008 adalah 90,79 % dan di Tahun 2009 ini imunisasi TT1 adalah 94,6 %, dan untuk TT2 89,6 %. terjadi penurunan pencapaian imunisasi TT2 di tahun 2009. Ini di sebabkan karena pada kehamilan semester ke II pada umumnya ibu hamil tidak memeriksakan kehamilannya, mereka akan memeriksakan kehamilan lagi menjelang kelahiran atau sekitar semester III.
c. Cakupan UCI Desa
UCI adalah Universal Child Immunization, adalah Indikator untuk desa yang mana pencapaian cakupan imunisasinya lebih atau sama 90 %. Untuk wilayah kerja Puskesmas Jatimulya, semua desa sudah UCI, atau 100%.
5. Promosi Kesehatan
a. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan indikator sehat atau tidaknya masyarakat di suatu wilayah. Pembinaan PHBS dilaksanakan pada Tatanan Rumah Tangga, Tatanan Institusi seperti Sekolah , Tempat Kerja, tempat tempat Umum, dan Sarana Kesehatan. Pelaksanan PHBS di Puskesmas Jatimulya hanya untuk Tatanan Rumah Tangga dengan cakupan rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat sebanyak 86,67 %.
Dengan menjalankan program PHBS, sangat berdampak terhadap penangulangan masalah kesehatan di masyarakat dalam penanggulangan mencegah terjadinya kesakitan dan kematian di masyarakat. Karena melalui PHBS yang di sosialisasikan terhadap masyarakat membuat masyarakat sadar dan bisa mengatasi masalah kesehatan yang ada ditengah tengah mereka.
b. Desa Siaga
Desa Siaga adalah desa dimana masyarakatnya mempunyai sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mengatasi permasalahan permasalahan kesehatan, bencana , kegawatdaruratan kesehatan, secara mandiri.
Puskesmas Jatimulya mempunyai dua desa, denga jumlah penduduk yang sangat padat, oleh karena itu untuk desa desa di wilayah kerja Jatimulya yang dibentuk bukan desa siaga tetapi RW siaga. Puskesmas Jatimulya mempunyai 3 RW siaga, yaitu RW 08 Jatimulya, Rw 18 Jatimulya dan yang baru dibentuk RW 06 Desa Jatimulya.
6. Kesehatan Lingkungan
Derajat kesehatan dipengaruhi beberapa faktor, antara lain yaitu faktor lingkungan, faktor perilaku, faktor pelayanan kesehatan, faktor keturunan.Faktor lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang paling besar mempengaruhi derajat kesehatan. Lingkungan yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan akan memberikan dampak yang tidak baik terhadap derajat kesehatan yang ada di masyarakat. Faktor lingkungan yang memegang peranan penting dalam mempengaruhi derajat kesehatan adalah penyediaan sarana air bersih, pembuangan air kotor, rumah-rumah yang memenuhi persyaratan kesehatan, tempat tempat umum, dan Tempat Pemeriksaaan Makanan (TPM). Masalah lingkungan selain ditinjau dari sisi fisik , juga dilihat dari segi perkembangan teknologi industri yang melaju dengan pesat juga memberikan dampak yang negatif terhadap lingkungan.
Kondisi kesehatan lingkungan di wilayah kerja Puskesmas Jatimulya adalah sebagai berikut : keluarga yang mengakses sarana air bersih adalah 100 %, keluarga mempunyai jamban keluarga adalah 88,9 %, dan yang memenuhi persyaratan kesehatan 98,2%, Keluarga yang memiliki tempat pembuangan sampah sudah 67,8 %, yang memiliki saluaran pembuangan air limbah yang baik 68,1 %, KK yang mempunyai kondisi rumah yang memenuhi persyaratan kesehatan sebanyak 66.3 %, dari TTU yang diperiksa 156 buah dan Tempat umum dan pengolahan makanan yang memenuhi persyaratan kesehatan adalah 66,9 %.
7. Akses dan Mutu Pelayanan
a. Kunjungan Rawat Jalan Puskesmas
Jumlah kunjungan Puskesmas Jatimulya di tahun 2008 sebanyak 32.532 orang, tahun 2007 sebanyak 34.125 orang dan di tahun 2009 jumlah kunjungan adalah 31.361 orang. Disini terlihat trend kunjungan yang naik turun dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Ini merupakan jumlah total pelayanan kesehatan di Puskesmas Jatimulya yang meliputi pelayanan pengobatan umum ( 14 tahun keatas ) , pelayanan pengobatan ibu dan anak ( KIA ) dan pelayanan pengobatan kesehatan gigi dan mulut.
B. Pelayanan Kesehatan Lainnya
1. Pelayanan Kesehatan Usila dan Pra Usila
Untuk mencapai umur harapan hidup yang lebih tinggi di tahun tahun mendatang sangat erat hubungannya dengan peningkatan pelayanan kesehatan usila dan pra usila. Pra usila adalah penduduk dengan usia antara 45-59 tahun dan Usila adalah penduduk berumur lebih dari 60 tahun.
Pencapaian pelayanan kesehatan usila dan pra usila di wilayah kerja puskesmas Jatimulya hanya 21 %. Adapun jumlah pra usila di puskesmas Jatimulya adalah 7408 dan yang dilayani kesehatanya 1385 atau 18,7 %. Pelayanan usila di puskesmas jatimulya pada tahun 2009 adalah 390 dari 1026 jiwa usila atau 38 %. Ini di laksanakan di dalam gedung puskesmas dan diluar gedung puskesmas seperti di posbindu.


2. Usaha Kesehatan Sekolah ( UKS )
Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap anak, maka Puskesmas Jatimulya mengadakan program kegiatan kesehatan di sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan agar anak menjadi sehat fisik, mental, dan sosial, berpendidikan, dan produktif.
Pemantauan kesehatan anak sekolah antara lain dengan kegiatan penjaringan kesehatan, imunisasi, rujukan, pemberian obat cacing, pemberian tablet tambah darah dan penyuluhan kesehatan.
Tujuan program ini adalah yang pertama : meningkatkan kemampuan hidup sehat, dan meningkatkan derajat kesehatan anak sekolah. Yang kedua adalah Deteksi dini kesehatan dan tumbuh kembang anak sekolah.
Pemantauan di wilayah Puskesmas Jatimulya dilaksanakan di 18 TK, 18 SD, 6 SMP,dan 6 SMA. Adapun jumlah anak sekolah yang diperiksa adalah SD sebanyak 1239 anak, SMP 342 anak, dan SMA 175 anak. Selain itu Puskesmas Jatimulya juga mengadakan kegiatan pelatihan dokter kecil sebanyak 65 anak.

SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN

A. Sarana Kesehatan
Masyarakat Jatimulya dilayani oleh satu fasilatas kesehatan pemerintah yaitu Puskesmas induk. Dengan jumlah penduduk mencapai 79.697 jiwa harusnya ada 3 buah Puskesmas. Idealnya 1 puskesmas melayani 30.000 jiwa
Tetapi kalau Ratio Puskesmas dengan total jumlah kunjungan yang dilayani adalah sebanyak masih ideal, yaitu jumlah kunjungan sudah 31.361 orang,
Untuk pemeratan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di bentuk lah posyandu, posyandu yang sudah terbentuk di puskesmas Jatimulya adalah sebanyak 60 posyandu untuk 17.343 KK, berarti 1 posyandu melayani 290 KK.
B. Pembiayaan Kesehatan
Realisasi Anggaran pembangunan kesehatan di puskesmas Jatimulya.di peroleh dari APBD kabupaten Bekasi sebanyak Rp 155.168.177 dari ASKESKIN sebanyak Rp 66.750.000
C. Tenaga Kesehatan
Jumlah tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Jatimulya adalah sebanyak 34 orang.

0 komentar

Posting Komentar

Print This Page

Tayangan Laman

Live Traffict Feed

Entri Populer

SP3 KAB. BEKASI

BLOG SAHABAT

PENGUNJUNG BLOG